Thursday, August 29, 2019

Kelebihan dan Kekurangan Karimun Kotak

Posted by Ayied Muhammad Riduan on 9:49 AM with No comments
Pada tahun 1999 yang lalu Suzuki Indomobil Sales meluncurkan produk city car terbaru mereka yang familier disebut Karimun Kotak. Sebutan tersebut bukan mengada-ngada mengingat bentuknya yang mengkotak seperti kotak sabun walaupun pihak Suzuki sendiri sesungguhnya hanya memberi nama Suzuki Karimun pada saat pertama kali mobil ini diluncurkan. Untuk Harga Suzuki Karimun kotak sendiri untuk harga bekasnya kurang lebih ada di angka 50 Juta – an.

Kelebihan dan Kekurangan Karimun Kotak

Sebutan “kotak” itu sendiri muncul sebagai sebutan dari masyarakat. Bentuknya yang mengotak terbilang unik karena pada periode akhir 90-an hampir semua pabrikan mobil di Indonesia telah berpaling dari model kaku seperti ini. Beberapa merk mobil sudah mulai merintis model membulat yang biasa disebut model Kapsul yang mulai “membulat” pada setiap sudutnya. Namun menjelang akhir 90-an tepatnya di tahun 1999 Suzuki malah mengeluarkan mobil berbentuk Kotak.

Bentuk kotak tersebut justru membawa keunikan, apalagi saat dipasarkan dulu Karimun Kotak harus berhadapan dengan Hyundai AtoZ dan Kia Visto dengan desain body yang lebih membulat, namun kedua model itu terkesan sangat sederhana sehingga banyak orang yang lebih senang dengan bentuk Karimun Kotak yang unik dan terkesan klasik. Hingga saat ini desain yang kaku tersebut masih terlihat menarik.

Ketika anda mencoba Karimun Kotak pertama kali dan duduk sebagai penumpang di jok belakang akan merasa luas dan lapang. Itulah kesan yang pertama kali muncul sebagai penumpang di jok belakang, dibandingkan dengan saudara mudanya yaitu Karimun Wagon R dimensi “sang kakak” memang lebih pendek 19 cm tapi lebih lebar 10 cm dan atapnya lebih tinggi 3,5 cm.

Dashboard Karimun Kotak

Berpindah ke kursi pengemudi di depan dashboardnya terkesan klasik dengan panel instrument yang telah dilengkapi tachometer untuk memantau putaran mesin, pada Karimun Kotak ber-tipe GX telah dilengkapi dengan jam digital yang terletak ditengah dashboard.

Kelebihan dan Kekurangan Karimun Kotak

Tentu ada kelebihan dan kekurangan pada Karimun Kotak, kelebihan utama yang dimiliki ada pada ukuran kabinnya yang lebih luas belum lagi jok depannya dapat rebahkan hingga rata dengan jok belakang jika head rest-nya dilepas, jok belakang pun dapat diatur kemiringannya sehingga lebih nyaman bagi penumpang belakang dan jangan lupa ketika dilipat sandaran jok dapat dilipiat hingga rata lantai seperti pada jok Karimun Estilo.

Dalam hal perawatan Karimun Kotak terbilang mudah karena mesinnya masih menggunakan mesin konvensional yaitu seri F10A. Mesin yang masih menggunakan karburator untuk suplai bahan bakar ke mesin ini sama dengan mesin yang dipakai pada Suzuki Forsa, Jimny atau Carry 1000. Jadi khusus untuk sparet part mesin tidak usah khawatir, begitu pula bengkel spesialisnya selama masih ada angkot Carry yang beroperasi dijamin aman.

Dari sisi kelemahan atau kekurangan Karimun Kotak hal yang paling terasa adalah di sektor tenaga mesin. Bodynya memang lebih besar dibandingkan Karimun Estilo atau Wagon R, namun karena mesinnya masih konvensional sehingga berdampak pada tenaganya jadi tidak terlalu besar yaitu hanya 55 Ps. Sedangkan mesin Suzuki Karimun Estilo yang bertenaga 68 Ps, memiliki selisih lebih rendah 13 Ps dalam kondisi standard. Selain itu karena masih menggunakan karburator maka konsumsi bahan bakarnya pun sedikit lebih boros jika dibandingkan dengan yang menggunakan teknologi injeksi.

Umur mobil adalah faktor utama yang perlu menjadi pertimbangan untuk menjadikan Karimun Kotak sebagai alat transpostrasi harian. Layaknya mobil yang sudah berumur tentu akan banyak part yang sudah butuh penggantian, namun hal tersebut dapat diminimalisir dengan memilih tahun yang lebih muda dan yang utama adalah memilih mobil bekas dalam kondisi yang terawat sehingga pengeluaran untuk perbaikan dapat ditekan.
Categories:

0 comments:

Post a Comment